Perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan kerusakan lingkungan dapat berdampak secara signifikan terhadap kinerja perusahaan/emiten dimana manajer investasi berinvestasi. Oleh karena itu, di BNP Paribas Asset Management, kami menempatkan keberlanjutan sebagai fokus strategi utama dan filosofi investasi kami.

Dalam implementasinya, proses analisis kami mencakup kriteria keuangan dan non-keuangan untuk mengidentifikasi peluang dan risiko investasi. Kami juga berupaya mengurangi dampak negatif dari investasi kami dan menggunakan pengaruh positif melalui investasi yang kami lakukan untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih baik. Lebih lanjut, kami memfokuskan penempatan investasi kami pada perusahaan yang memang berkontribusi positif guna menciptakan perekonomian yang lebih berkelanjutan.

Rekam Jejak Global

Perjalanan keberlanjutan BNP Paribas Asset Management Group dimulai pada tahun 2002 dengan peluncuran reksa dana pertama BNP Paribas Asset Management bertema Socially Responsible Investment serta pembentukan tim riset khusus Environmental (Lingkungan), Social (Dampak Sosial) dan Governance (Tata Kelola) atau ESG – yang menjadi cikal bakal dari tim Sustainability Centre global kami. Menyusul di tahun 2006, Group kami menjadi salah satu Founding Signatory dari UN PRI (UN Principles Responsible Investments).

Komitmen jangka panjang kami terhadap keberlanjutan inilah yang membangun kekuatan dan keahlian bagi kami untuk menghadapi iklim investasi yang semakin menantang. Tujuan kami adalah mencapai hasil investasi jangka panjang yang berkelanjutan bagi nasabah kami.

Rekam Jejak Lokal

Dalam mengimplementasikan Prinsip Keuangan Berkelanjutan, PT BNP Paribas Asset Management (“Perusahaan”) berpedoman kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Selain itu, Perusahaan juga mengacu kepada Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2025) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berfokus penciptaan ekosistem keuangan berkelanjutan dan inklusif, dengan melibatkan seluruh pihak terkait dan mendorong pengembangan kerja sama dengan pihak lain serta pedoman lain sebagaimana diterbitkan oleh BNP Paribas Group dan BNP Paribas Asset Management.
 
Kami berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan utamanya dalam cara kami berinvestasi.
 
Rekam jejak PT BNP Paribas Asset Management dimulai pada tahun 2016 ketika kami menjadi manajer investasi yang pertama yang meluncurkan reksa dana syariah berbasis efek luar negeri yang juga menggunakan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance). Sejak tahun 2024, Perusahaan mengintegrasikan kriteria  keberlanjutan  pada proses investasi di seluruh reksa dana open-end yang dikelola secara aktif. Artinya, reksa dana yang dikelola berinvestasi pada perusahaan yang menerapkan praktik kepedulian terhadap Lingkungan (Environment), Dampak Sosial (Social) dan Tata Kelola (Governance) yang baik dengan tujuan memberikan dampak dan hasil investasi yang berkelanjutan bagi investor. Kriteria dan proses pemilihan emiten dilakukan secara ketat dan terstruktur sesuai dengan standar global.
 
Dengan penambahan kriteria investasi berkelanjutan ke dalam proses investasi reksa dana, kami menyediakan ragam solusi reksa dana bertema keberlanjutan yang lebih lengkap untuk memenuhi kebutuhan investor sesuai dengan tujuan investasinya, diantaranya :

  • Reksa Dana dengan Integrasi ESG: Reksa dana ini melakukan pemilihan aset investasinya dengan melakukan pemilihan emiten dengan kriteria tertentu guna menghasilkan portofolio dengan keseluruhan skor ESG yang lebih baik dan jejak karbon (carbon footprint) yang lebih rendah dari tolok ukurnya. Reksa dana ini telah memberikan pengungkapan indikator Skor ESG dan jejak karbon secara berkala lewat Fund Fact Sheet
  • Reksa Dana yang dengan prinsip SRI (Sustainable Responsible Investing): Reksa dana dengan proses screening untuk menentukan suatu investasi berdasarkan pertimbangan etika dan kegiatan  bisnis yang mengedepankan tanggung jawab sosial
  • Reksa Dana dengan fitur kontribusi sosial: Reksa dana yang berkontribusi pada program yang memberikan dampak positif bagi aspek sosial dan lingkungan selain mendapatkan imbal hasil finansial.
  • Reksa Dana lainnya yang menerapkan filter ESG: Reksa dana ini berupaya memasukkan kriteria investasi berkelanjutan lewat ESG dalam proses pemilihan investasinya

Untuk nasabah institusi, Perusahaan menyediakan solusi investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan prinsip keberlanjutan masing-masing nasabah, termasuk pengelolaan portofolio Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berbasis ESG serta layanan konsultasi strategi investasi berkelanjutan.

Selain menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya, Perusahaan juga berupaya memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar Perusahaan beroperasi. Dalam aspek sosial, Perusahaan menekankan kontribusinya dalam kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang lebih luas, kegiatan sosial dan volunteering hours, serta memastikan budaya lingkungan kerja yang bertumbuh dan inklusif.

Perusahan mendorong partisipasi aktif karyawan dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, seperti program sukarela, donasi, atau kampanye kesadaran. Melalui program CSR, karyawan Perusahaan aktif melakukan kegiatan volunteering yang mendukung tema-tema berikut ini :

  • Inklusi sosial untuk generasi muda
  • Pemberdayaan komunitas lokal
  • Transisi energi dan budidaya keanekaragaman hayati
  • Pemberdayaan UMKM

Pendekatan keberlanjutan

Pendekatan kami terhadap keberlanjutan dibangun melalui 6 (enam) pilar utama. Pendekatan ini menjadi kerangka kerja yang luas dan menyeluruh, dengan memperhitungkan risiko sistemik seperti perubahan iklim maupun kepunahan keanekaragaman hayati, yang tidak dapat diatasi hanya melalui eksklusi atau integrasi faktor ESG semata.

1. Perspektif jangka panjang “3E”

Kami percaya perekeonomian dapat dibangun secara optimal dengan tercapainya transisi Energi (Energy transition), Ekosistem yang sehat (healthy Ecosystems), serta Kesetaraan yang lebih besar dalam masyarakat kita (Equality). Inilah yang kami sebut “3E”, yang kami percaya merupakan jalan untuk menuju keberlanjutan ekonomi yang memungkinkan kita sebagai investor untuk menghasilkan hasil investasi secara jangka panjang. Tema-tema ini memandu kami dalam menyusun riset, stewardship, standar perilaku bisnis yang bertanggung jawab, tema investasi berkelanjutan, hingga CSR kami. Tema ini juga tercermin dalam pendekatan investasi kami lainnya terhadap keberlanjutan secara lebih rinci dan roadmap kami.

2. Responsible Business Conduct (RBC)

Melalui kebijakan Standar Responsible Business Conduct (Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab), kami mengharapkan perusahaan / emiten untuk memenuhi kewajiban mendasar mereka di bidang hak asasi manusia dan tenaga kerja, pelestarian lingkungan, dan penerapan praktik antikorupsi, di mana pun mereka beroperasi. Hal ini sejalan dengan pedoman yang diterapkan oleh United Nations Global Compact Principles, OECD Guidelines for Multinational Enterprises (OECD MNE Guidelines), dan UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs). Kami akan melakukan kerjasama dengan para perusahaan/emiten dengan menunjukan hal-hal yang perlu mereka perbaiki, serta menghindari emiten-emiten yang melakukan pelanggaran berat terhadap aspek-aspek di atas. Kami juga memiliki serangkaian ketentuan terkait pemilihan sektor yang mana dapat memungkinkan kami untuk menjalankan aktivitas Stewardship dengan baik demi mendorong emiten sekuritas untuk terus berkembang.

3. ESG Integration

Kami percaya bahwa dengan mengintegrasikan kritera ESG dalam proses analisis investasi dapat membantu kami untuk memperhitungkan risiko dan peluang secara lebih luas serta membantu kami memahami peran emiten dalam mengatasi tantangan untuk transisi menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Integrasi ESG membantu pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat sejalan dengan tanggung jawab kami sebagai pengelola dana nasabah. Penerapan kami merujuk pada Prinsip & Pedoman Integrasi ESG milik BNP Paribas Asset Management Group.

4. Stewardship

Kami berkomitmen untuk ikut kontribusi dalam mewujudkan transisi energi, ekosistem yang sehat, dan keseteraan sosial. Kami menjalankan serangkaian aktivitas Stewardship – seperti voting, engagement dengan emiten, serta kebijakan advokasi untuk mencapai ambisi kami. Pelajari lebih lanjut.

5. Keberlanjutan dalam produk spektrum

Kami menyediakan beragam solusi investasi untuk memenuhi preferensi ESG nasabah dan menawarkan produk investasi yang mendukung tema keberlanjutan tertentu seperti produk Investasi tematik dan berdampak dengan tujuan untuk membantu nasabah kami mencapai tujuan keberlanjutannya masing-masing di berbagai kelas aset. Selain itu, tim Solutions and Client Advisory global kami turut bekerja sama dengan nasabah untuk membangun portofolio berkelanjutan sesuai kebutuhan.

6. “Walking the Talk” : Corporate Social Responsibility (CSR)

Untuk mencapai tujuan Perusahaan, kami turut membangun budaya keberlanjutan dari dalam Perusahaan lewat pendekatan CSR. Strategi CSR kami berlandaskan 4 (empat) tujuan: untuk mengurangi emisi CO2 pada operasional kami, mengurangi limbah sampah, menciptakan budaya keberagaman, kesetaraan dan inklusi, serta fokus mendukung pemberdayaan komunitas generasi muda. Kami juga percaya bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun budaya keberlanjutan yang kuat, untuk menarik dan membina karyawan serta memastikan kami dapat menjalankan strategi bisnis kami.

* Berdasarkan reksa dana yang terdaftar di OJK sejak diluncurkan.

Perhatian

Informasi pada halaman ini merupakan pendekatan dan filosofi BNP Paribas Asset Management Group untuk memberikan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran untuk membeli atau permintaan untuk menjual layanan, produk atau investasi tertentu. Penerapan yang berlaku dapat berbeda untuk setiap produk BNP Paribas Asset Management, karakteristik, termasuk penerapan yang berkaitan dengan keberlanjutan, telah dideskripsikan dalam dokumen produk masing-masing.

Risiko investasi dalam kaitannya dengan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG): Masih terbatasnya standarisasi dan keselarasan definisi dan label seputar kriteria ESG dan tema keberlanjutan di berbagai negara dapat menghasilkan pendekatan yang berbeda oleh Manajer Investasi ketika menetapkan tujuan ESG. Hal Ini dapat menimbulkan kendala dalam penyandingan berbagai strategi investasi yang menerapkan kriteria ESG dan tema keberlanjutan. Lebih jauh lagi, pemilihan dan pembobotan yang diterapkan dalam pemilihan investasi bisa saja didasarkan pada sebuah metrik dengan nama yang sama, tetapi pada kenyataannya memiliki makna dasar yang berbeda. Dalam mengevaluasi sebuah instrumen berdasarkan kriteria ESG dan tema keberlanjutan, Manajer Investasi juga dapat menggunakan sumber data yang disediakan oleh penyedia riset ESG eksternal. Mengingat kriteria ESG yang terus berkembang, sumber data tersebut untuk saat ini mungkin tidak lengkap, tidak akurat, atau tidak tersedia. Menerapkan standar perilaku bisnis yang bertanggung jawab dalam proses investasi dapat mengakibatkan pengecualian terhadap emiten tertentu. Akibatnya, kinerja suatu kelas aset reksa dana / portofolio dapat menjadi berbeda daripada kinerja reksa dana / portofolio sebanding terkait lainnya yang tidak menerapkan standar tersebut.